Raja Ampat itu surga terakhir Indonesia. Kalau dirusak, dimana lagi kita dapat menemukan “The Amazon of the Oceans?”
Bukan hanya indah bak surga, Raja Ampat adalah bukti hidup sejarah bumi. Dari dasar laut dangkal jutaan tahun lalu, menjadi gugusan pulau kapur yang menakjubkan di garis khatulistiwa. Lebih dari 2.700 pulau kecil, rumah bagi kekayaan laut yang tak tertandingi di dunia. Tak heran jika Raja Ampat kemudian menjelma jadi “Kerajaan Terumbu Karang” terkaya di dunia dengan keanekaragaman biota laut global.
Namun kini, Raja Ampat yang merupakan salah satu kawasan laut paling kaya di dunia terancam oleh kegiatan penambangan nikel. Greenpeace Indonesia menemukan aktivitas pertambangan nikel di beberapa pulau di Raja Ampat, di antaranya Pulau Gag, Pulau Kawe, dan Pulau Manuran. Aktivitas ini bukan hanya merugikan Raja ampat, namun juga melanggar UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Dampak Ekologi dan Sosial dari pertambangan nikel :
• Dampak Ekologi:
Deforestasi:
Pertambangan nikel seringkali menyebabkan deforestasi untuk membuka lahan tambang, yang dapat mengancam keanekaragaman hayati dan meningkatkan emisi gas rumah kaca.
Pencemaran Air dan Udara:
Kegiatan tambang dapat mencemari sumber air bersih, sungai, dan laut melalui limbah yang dibuang, serta emisi gas dari proses pemurnian.
Hilangnya Habitat:
Deforestasi dan pencemaran air dapat menghancurkan habitat satwa liar dan mengancam keberlangsungan hidup spesies endemik.
Erosi Tanah:
Kegiatan pertambangan dapat menyebabkan erosi tanah dan sedimentasi yang dapat merusak ekosistem, termasuk ekosistem laut.
• Dampak Sosial :
Pengambilan Lahan:
Pertambangan nikel seringkali memaksa penduduk lokal untuk meninggalkan lahan pertanian dan tempat tinggal mereka.
Pelanggaran Hak Asasi:
Masyarakat adat sering tidak dilibatkan dalam proses pertambangan dan merasa hak-hak mereka tidak dihormati.
Kesehatan Masyarakat:
Pencemaran air dan udara dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, termasuk penyakit pernapasan dan infeksi air.
Pengurangan Hasil Panen:
Degradasi lingkungan akibat pertambangan dapat mengurangi hasil panen petani dan pendapatan masyarakat lokal.
Peningkatan Kemiskinan:
Pengambilalihan lahan dan kehilangan mata pencaharian dapat memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Ketika keindahan alam Indonesia dihancurkan hanya demi kepentingan sesaat dan golongan tertentu, diam bukanlah pilihan. Maka dengan ini, kami bersama-sama mengajak Cybies untuk ikut serta menyuarakan dan menandatangani petisi di bawah ini dengan tujuan untuk menolak dan menghentikan aktivitas yang tengah terjadi di Raja ampat.
Tak bisa menutup mata, tak bisa abai ‘tuk bersua. LINK PETISI : Act.gp/saverajaampat
Di antara birunya laut dan terumbu karang yang menari, Raja Ampat berbisik: ‘Tolong, jangan biarkan aku mati.’
#SaveRajaAmpat #SavePapua #PapuaBukanTanahKosong #BloodyNickel
Source :
https://x.com/greenpeaceid/status/1929833562163105983?s=46
https://x.com/zakiberkata/status/1930535268639285340?s=46
https://x.com/kompascom/status/1930658441355546820?s=46
https://x.com/dearjhon140120/status/1930496210173128901?s=46
https://x.com/rohtaanjulian/status/1930578579810885828?s=46
https://x.com/poin_opini/status/1930479916333838631?s=46
https://x.com/watchdoc_id/status/1929904243097645095?s=46
https://x.com/tsanny_ramadhan/status/1930273765562429545?s=46


