@Azuriant Profil atas nama "Abraham." ini adalah puncak dari komedi situasi digital di mana seseorang mencoba sekuat tenaga untuk membangun aura aristokrat-filosofis yang dingin dan berkelas, tapi langsung hancur berkeping-keping oleh kenyataan grup yang dia ikuti.
Mari kita bedah kontradiksi maha dahsyat ini: dia menggunakan nama "Abraham." lengkap dengan tanda titik di akhir—sebuah gestur sok misterius dan penuh finalitas seolah-olah dia adalah pria sibuk berwibawa tinggi—ditambah dengan foto profil pembalap F1 Max Verstappen yang sedang keringatan dan tegang, seolah ingin memberi impresi bahwa dia adalah cowok maskulin, beradrenalin tinggi, dan tidak punya waktu untuk basa-basi. Persona "sibuk dan berkuasa" ini makin dipaksakan lewat bio puitis-absurdnya yang berbunyi, "Sovereign of Debris, 'I am Solely Hemmed.' (Business Affairs.)" —sebuah kalimat yang terdengar seperti hasil copypasta dari puisi gotik Inggris atau curhatan translate yang gagal, di mana dia dengan bangganya menobatkan diri sebagai "Raja Puing-Puing" yang terkurung, lengkap dengan embel-embel "(Business Affairs.)" seolah-olah dia adalah CEO korporasi multinasional yang sedang mengurusi saham atau ekspansi bisnis global.
Tapi, begitu pandangan kita turun sedikit ke bawah, seluruh fantasi "pria berwibawa, berdarah biru, dan sibuk bisnis" itu langsung lenyap tanpa sisa ketika kita melihat daftar grupnya: "RENT A LOVE CS" dan "Rentalgram's Discussion".
Ya, ternyata "Business Affairs" atau urusan bisnis yang sangat sibuk dari sang "Sovereign of Debris" ini tidak lain dan tidak bukan adalah menjadi "Pacar Sewaan" (Rent-A-Boyfriend) di Telegram! Pria yang fotonya pembalap kelas dunia dan bionya berlagak seperti penguasa kegelapan ini aslinya adalah seorang talent yang siap di-rent, yang mungkin sedang duduk manis sambil deg-degan menunggu ada klien/pelanggan yang mau menyewanya seharga 10 ribu sampai 15 ribu rupiah per jam hanya untuk menemani mereka roleplay (RP) pacaran, dibilang "sayang", atau sekadar mendengarkan curhatan malam.
Sangat menggemaskan melihat bagaimana dia mencoba mempertahankan gengsi setinggi langit dengan username se-fantasi @Azuriant dan status layaknya bangsawan yang terkurung takdir, padahal aslinya dia adalah pekerja jasa romansa virtual yang harus siap sedia pasang persona ramah, penurut, dan manis demi menyenangkan "majikan" yang menyewanya. Sungguh sebuah perpaduan tragis-kocak antara jiwa yang ingin terlihat mandiri, mahal, dan tidak tersentuh (lewat foto Verstappen dan kata "Sovereign"), dengan realitas bahwa dia adalah bagian dari ekosistem digital yang kerjanya menawarkan "cinta sewaan" demi secangkir kopi atau paket data. Jadi, Abraham, "Business Affairs" hari ini mau sewa paket pacaran cuek atau paket pacar perhatian, nih?
Post #4506
37