KAMIS, 28 AGUSTUS 2025. MALAM YANG KEMBALI MENJADI SAKSI ATAS KEBRUTALAN APARAT DAN TELINGA MEREKA YANG TULI UNTUK MENDENGAR SUARA RAKYAT.Semua mata tertuju pada jalanan yang menjadi saksi atas kebrutalan yang dilakukan mereka terhadap kawan kami yang melakukan demonstrasi, untuk menyuarakan tuntutan rakyat. Kita semua adalah saksi, saksi atas darah yang tumpah malam ini, betapa nyawa terasa begitu murah di tangan mereka yang katanya bekerja dan ada untuk rakyat.
Mereka mengendarai panser seolah-olah sedang menggilas musuh negara. Jalan raya telah menjadi medan perang, ada tubuh sipil yang dianggap tak lebih dari kerikil di aspal. Aparat? mereka adalah keparat! Mereka yang seharusnya mengayomi malah menjelma menjadi mesin pembunuh, menganggap darah rakyat hanyalah tumpahan cat merah yang bisa dihapus setelah pesta berakhir. Mana yang katanya wakil rakyat untuk rakyat tapi untuk ditemui saja sampai harus memakan korban jiwa? Mana yang katanya rakyat boleh berdiskusi bersama? Mana yang katanya pintu rumah rakyat terbuka untuk umum.
Pintu. Rumah. Rakyat. Katanya.Demokrasi tidak mati dengan satu peluru, tidak juga dengan roda kendaraan aparat ataupun ketidakpedulian mereka yang katanya wakil rakyat. Kita tidak sedang berhadapan dengan pelindung, tapi dengan rezim berseragam. Suara rakyat tak bisa digilas dengan roda, apalagi dibungkam dengan tameng.
https://x.com/izzykatze/status/1961087498685182258?t=03srqDyuPMGqozuM4i-Wag&s=19https://x.com/Raditya_116/status/1961103685800628688?t=03srqDyuPMGqozuM4i-Wag&s=19KITA SUARAKAN, SEBARKAN, DAN TUNTUT KEADILAN YANG SEJATINYA BERASAL, DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT, DAN UNTUK RAKYAT.#CukupSatuTahun
#AparatKeparat
#PolisiPembunuhRakyat
#1312FOREVER
#ACAB
Source media:
@sukaberbicara on X,
@sekreativ on Instagram.