#MHGInvestigationš
Malam kembali menyelimuti apartemen Nadira. Mahaga dan Feri sudah berada di posisi masing-masing, memantau keadaan dari kejauhan. Kali ini, mereka tak ingin pulang tanpa membawa bukti yang benar-benar kuat.
Awalnya, semuanya berjalan tenang. Sampai Feri menangkap sesuatu dari sudut matanya.
Di antara bayangan pepohonan dan temaram lampu parkiran, tampak siluet seorang pria berdiri menghadap gedung apartemen. Pria itu tidak terlihat sedang menunggu seseorang. Tatapannya justru tertuju pada salah satu jendela di lantai atasākamar Nadira, yang lampunya masih menyala.
Feri menyipitkan mata, berusaha mengenali wajahnya.
āBang Haga, gue liat seseorang. Kayaknya dia lagi ngawasi kamar Nadira.ā
Belum sempat Mahaga menjawab, Feri melihat pergerakan lain dari arah lobi. Arman baru saja masuk ke gedung, lalu berjalan menuju lift dengan langkah yang tampak biasa saja.
Mahaga langsung mengalihkan perhatiannya.
āLo awasi pria itu. Gue ikuti Arman.ā
Tanpa membuang waktu, Mahaga menyusul masuk ke gedung, menjaga jarak agar tidak menarik perhatian. Ia melihat Arman keluar dari lift dan berjalan menyusuri koridor menuju unit Nadira.
Langkah Mahaga melambat.
Arman berhenti tepat di depan pintu apartemen Nadira. Bukannya mengetuk, ia justru melirik ke kanan dan kiri sebelum sedikit membungkuk, berusaha mengintip melalui celah kecil di dekat pintu.
Rahang Mahaga mengeras.
Jadi, dugaannya selama ini bukan tanpa alasan.
āSedang mencari apa, Arman?ā
Suara Mahaga yang mendadak terdengar membuat Arman tersentak. Ia buru-buru berdiri tegak dan berbalik, wajahnya seketika menegang.
āPak Mahaga? Saya cuma sedang patroli.ā
āPatroli?ā Mahaga melangkah mendekat, tatapannya tajam. āSampai harus mengintip ke dalam unit penghuni?ā
Arman tampak gelisah. Matanya bergerak ke arah lift, seolah mencari jalan keluar. Namun, Mahaga sudah lebih dulu menghadang jalannya.
āJangan bergerak.ā
Ketika Arman mencoba menghindar, Mahaga segera mencengkeram lengannya dan mengamankannya. Perlawanan singkat membuat suasana koridor mendadak tegang.
Mahaga mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi tim, sementara Arman terus berusaha mencari alasan.
āAnda ikut saya. Ada beberapa hal yang perlu kita bicarakan di kantor.ā
Malam itu, Mahaga akhirnya mendapatkan sesuatu yang selama ini mereka cari: Arman tertangkap basah berada di depan unit Nadira, mengintip ke dalam tanpa izin.
Namun, di tempat lain, Feri masih mengawasi siluet pria misterius yang tadi berdiri memandangi jendela Nadira.
Dan ketika Feri kembali mengarahkan pandangannya ke tempat pria itu berdiriā
Sosok tersebut sudah menghilang.
Feri terdiam, lalu segera menghubungi Mahaga.
āBang, Arman berhasil lo amankan?ā
āIya. Kenapa?ā
Feri menatap area parkiran yang kini kosong, perasaannya mendadak tidak enak.
āPria yang gue awasi tadi hilang. Gue nggak tahu dia pergi ke mana.ā
Mahaga terdiam sejenak. Mereka baru saja menangkap Arman, tetapi seseorang yang lain ternyata juga sedang mengawasi Nadira malam itu.
Jika Arman memang penguntitnya, lalu siapa pria misterius yang mengawasi kamar Nadira dari kejauhan?
Post #1336
7
Forwarded from MHG: Investigation Records