TGViewer
🔎 Mahaga's Case File. 🔎 Mahaga's Case File. @mhgdetect · 605 subscribers
Post #1320 28
🔎 Mahaga's Case File. Photo
#MahagaInFrame

Malam ini Mahaga dan juga adik nya Yvoire sepakat untuk menginap di rumah mereka. Tak lupa para kekasihnya masing-masing juga ikut menginap. Karena tentunya mama yang meminta anak-anaknya untuk tetap berada di rumah, setidaknya hanya untuk malam ini saja.

Yvoire dan Julian sudah lebih dulu masuk kamar, sementara Rosalie telah tertidur di kamar Mahaga karena kepalanya sedikit pusing.

Mahaga melangkah keluar dari dapur dengan segelas air di tangannya. Niatnya hanya ingin mengambil minum dan kembali beristirahat.

Namun, langkahnya terhenti ketika suara sang papa memanggil dari ruang tengah.

“Mahaga, bisa bicara sebentar dengan Papa?”

Mahaga menghela napas pelan sebelum mengangguk. Ia mengikuti papanya menuju taman belakang. Keduanya berdiri dalam diam, ditemani angin malam yang berembus pelan, hingga Edward akhirnya membuka suara.

“Bagaimana kabarmu? Pekerjaanmu lancar?”

“Baik. Pekerjaan juga masih seperti biasa, Pa.”

Edward mengangguk kecil, lalu mengalihkan pandangannya ke arah taman. “Lalu, kapan kamu berangkat ke Kanada? Oma terus menanyakanmu. Sekalian, kamu bisa mengecek perusahaan di sana.”

Senyum tipis di wajah Mahaga seketika menghilang. Ia sudah menduga pembicaraan ini tidak akan berhenti hanya pada kabar dan pekerjaan.

“Pa, aku sudah bilang, aku belum punya rencana ke Kanada.”

“Lalu kapan? Kamu tidak bisa terus menghindar, Mahaga. Oma merindukanmu, dan perusahaan itu juga membutuhkan perhatianmu.”

Mahaga tertawa hambar, lalu menatap papanya dengan sorot mata yang mulai mengeras.

“Kalau memang Oma merindukanku, aku akan mengunjunginya. Tapi jangan terus membawa-bawa perusahaan setiap kali kita bicara. Aku sudah punya pekerjaan dan kehidupanku sendiri di sini.”

Rahang Edward mengeras. “Kamu pikir Papa melakukan semua ini untuk apa? Papa hanya ingin kamu memikirkan masa depanmu!”

“Dan aku sudah memikirkannya, Pa! Aku memilih jalanku sendiri. Kenapa itu selalu sulit Papa terima?”

Suasana mendadak hening. Edward menatap putra sulungnya dengan kecewa, sementara Mahaga berusaha menahan emosinya yang sejak tadi perlahan memuncak.

“Pada akhirnya, kamu selalu menganggap Papa sebagai orang yang ingin mengatur hidupmu,” ujar Edward dingin.

“Karena setiap kali aku mencoba menentukan hidupku sendiri, Papa selalu berusaha mengubah keputusan itu.”

Mahaga meletakkan gelasnya di atas meja taman, kemudian mengembuskan napas panjang.

“Aku capek, Pa. Aku nggak mau bertengkar malam ini.”

Tanpa menunggu jawaban, Mahaga berbalik dan melangkah masuk ke rumah. Ia tahu percakapan itu tidak menyelesaikan apa pun. Namun, untuk malam ini, ia hanya ingin kembali ke kamar, menemui Rosalie, dan melupakan sejenak semua tekanan yang terus menghimpitnya.

Sementara itu, Edward masih berdiri di tempatnya. Menatap punggung putranya yang semakin menjauh, dengan amarah dan kekecewaan yang sama-sama tak mampu ia ungkapkan.
More from @mhgdetect
  1. Oct 18, 2026#MHGInvestigation🔎 Siang tadi, Mahaga ditelfon atasannya, untuk bekerja lembur, karena ka…
  2. Oct 18, 2026photo post
  3. Oct 18, 2026Post #1332
  4. Oct 18, 2026"Habis nikah kamu mau bawa anak saya kemana, Julian? Tinggal sama saudara-saudara kamu?" "…
  5. Oct 18, 2026Post #1327
  6. Oct 18, 2026Di saat Mama sibuk masak, aku cuma sibuk ngunyah🥹🥹Katanya mumpung pulang kerumah, anak b…
Threads Profile ViewerView any public Threads profile without an account.Open ThreadLook →Writing with AI? Make it sound human.Metric37 rewrites AI drafts so they read naturally. Free AI detector, 1,500 words free.Try Metric37 →