TGViewer
🔎 Mahaga's Case File. 🔎 Mahaga's Case File. @mhgdetect · 603 subscribers
Post #1275 12

Forwarded from MHG: Investigation Records

#MHGInvestigation🔎

📍 Kawasan Apartemen Nadira, pukul 23.00.

Mahaga dan Khalio kembali melakukan pengawasan di sekitar apartemen Nadira. Keduanya bertahan di dalam mobil, mengamati setiap pergerakan di lobi sambil menunggu sesuatu yang mungkin bisa menjawab kecurigaan mereka terhadap Arman.

Awalnya, semuanya terlihat biasa saja. Nadira pulang dengan aman, sementara Arman tetap menjalankan tugasnya sebagai petugas keamanan. Tak ada gerak-gerik mencurigakan yang terlihat, bahkan setelah beberapa waktu berlalu.

Sampai tepat pukul sembilan malam, Mahaga menangkap pergerakan yang berbeda.

Arman terlihat meninggalkan ruang keamanan. Ia berjalan menuju sisi gedung tanpa banyak bicara, seolah sedang hendak menemui seseorang. Mahaga segera melirik Khalio, memberi isyarat agar mereka mengikuti pria itu.

“Dia mau ke mana malam-malam begini?” bisik Khalio.

“Makanya kita cari tahu. Jangan sampai dia sadar kita ikuti,” jawab Mahaga singkat.

Keduanya turun dari mobil dan menjaga jarak, mengikuti Arman melewati jalan kecil di samping gedung hingga tiba di area yang cukup sepi. Di sana, seorang laki-laki sudah menunggunya.

Mahaga dan Khalio bersembunyi di balik sudut bangunan. Dari tempat mereka berdiri, keduanya bisa melihat Arman berbicara dengan laki-laki itu, tetapi jaraknya terlalu jauh untuk menangkap percakapan mereka. Sesekali, pria asing tersebut terlihat menggerakkan tangannya, sementara Arman mendengarkan dengan wajah serius. Khalio tidak lupa memotret Arman dan laki laki itu menggunakan ponselnya, ini mungkin bisa dijadikan barang bukti.

Mahaga menyipitkan mata, berusaha mengenali wajah laki-laki itu. Namun, pencahayaan yang minim membuatnya kesulitan melihat dengan jelas.

Beberapa menit kemudian, pembicaraan mereka berakhir. Arman dan laki-laki itu berpisah, lalu berjalan ke arah yang berbeda. Mahaga sempat hendak mengikuti Arman, tetapi langkahnya mendadak terhenti ketika sebuah bunyi kecil terdengar di dekatnya.

Krincing...

Suara gantungan tas.

Mahaga menoleh spontan. Dahinya berkerut, sementara ingatannya langsung kembali pada sesuatu yang pernah dikatakan Nadira selama pemeriksaan.

Tentang suara gantungan tas yang pernah didengarnya ketika merasa seseorang sedang berada di dekatnya.

Mahaga terdiam. Suara itu memang hanya terdengar sekilas, tetapi cukup untuk membuat pikirannya kembali menyusun potongan-potongan kejadian yang selama ini belum menemukan jawaban.

“Bang Lio,” panggilnya pelan, tanpa melepaskan pandangan dari arah laki-laki asing tadi.

Khalio menoleh, menangkap perubahan ekspresi di wajahnya. “Kenapa, Ga?”

Mahaga tak langsung menjawab. Ia kembali menatap jalan kecil yang kini mulai sepi, mencoba memastikan dari mana suara itu berasal.

“Gue pernah dengar Nadira cerita soal suara gantungan tas,” ucapnya akhirnya. “Dia pernah dengar suara itu saat merasa diikuti.”

Khalio terdiam. Keduanya saling berpandangan, menyadari bahwa pertemuan Arman dengan laki-laki misterius itu mungkin bukan satu-satunya hal yang perlu mereka selidiki malam ini.

Mahaga mengepalkan tangannya pelan. Ia belum tahu siapa laki-laki tadi, apa yang dibicarakan mereka, atau apakah suara gantungan tas itu benar-benar berkaitan dengan kasus Nadira.

Namun, untuk pertama kalinya, ia merasa mungkin sedang berdiri sangat dekat dengan jawaban yang selama ini mereka cari.

Dan jika ingatan Nadira benar, suara kecil itu bisa menjadi petunjuk yang selama ini luput dari perhatian mereka.
More from @mhgdetect
  1. Oct 16, 2026photo post
  2. Oct 16, 2026Post #1273
  3. Oct 15, 2026photo post
  4. Oct 15, 2026Post #1271
  5. Oct 15, 2026iseyavanilla_ Akhirnya malam yang di tunggu tunggu telah tiba, yaitu dinner with @m.rosali…
  6. Oct 15, 2026Post #1269
Threads Profile ViewerView any public Threads profile without an account.Open ThreadLook →Writing with AI? Make it sound human.Metric37 rewrites AI drafts so they read naturally. Free AI detector, 1,500 words free.Try Metric37 →