βπππππ₯ππ‘ π¦ππ π¨ππ₯π π’πππ¦π¦ππ¨π¦β .. β¨
ββ πππ π πΎππππ πππ π·πππππ πππππ
ππππππππππππ ππππ π ππ’π .
β β πΉlgebara | On Air β
γ €
/Membenarkan posisi duduk ; melanjutkan penjelasan @pingura97/
γ €
π€ .. β Nah Leizen, sebenarnya kisah Odisseus ini merupakan bukti nyata kalau sejarah selalu ditulis oleh sang pemenang. Odisseus diagungkan sebagai pahlawan, sementara pembantaian 108 pelamar di Ithaka dianggap keadilan, padahal itu bentuk eksekusi massal tanpa peradilan.
π€ .. β Label "monster" pun hanya narasi sepihak padahal faktanya Polifemos sebenarnya adalah korban penyusupan. Pada akhirnya, pahlawan mendapat keabadian nama, sementara rakyat kecil dan awak kapal yang dikorbankan cuma jadi catatan kaki. Ini mengingatkan kita untuk selalu kritis terhadap narasi tunggal, bahwa sudut pandang siapa yang sebenarnya sedang diceritakan.
γ €
π€© ππ£, ππβββ ππππππ¦π§ππ₯ ππππ π¦πππ’π’π
