π«. #πππππππ : βοΈ βββββ
βπππππ₯ππ‘ π¦ππ π¨ππ₯π π’πππ¦π¦ππ¨π¦β .. β¨
ββ πππ π πΎππππ πππ π·πππππ πππππ
ππππππππππππ ππππ π ππ’π .
γ
€
π€ .. β Odisseus kemudian mengungkap rahasia keberadaannya kepada Telemakhos dan mulai merancang strategi pembalasan. Di saat Penelope menggelar sayembara, barang siapa yang mampu merentangkan busur raksasa milik Odisseus dan melepaskan anak panah menembus dua belas kepala kapak yang sejajar, akan dijadikan suaminya. Tak satu pun pelamar berhasil membengkokkan busur tersebut. Di tengah cemoohan, Odisseus yang masih berpenampilan pengemis maju dan dengan mudah menyelesaikan tantangan tersebut.
π€ .. β Seketika ia menanggalkan penyamarannya, sementara Telemakhos dengan cepat mengunci seluruh pintu istana dan menyingkirkan semua senjata milik lawan. Bersama sang putra, Odisseus menghabisi seluruh pelamar tanpa ampun hingga berhasil merebut kembali takhta dan kerajaannya. Meski sempat bersatu kembali dalam kebahagiaan bersama Penelope, akhir hidup sang pahlawan tetap dinaungi tragedi ketika di masa tuanya ia tewas dalam pertempuran di tangan Telegonos putranya dari Kirke yang tidak mengenali identitas ayahnya sendiri.
γ
€
π€© ππ£, ππβββ ππππππ¦π§ππ₯ ππππ π¦πππ’π’π
Post #1104
116
- β€ 8