15 menit berlalu
Kembali ku datangi iaโsang konseli ku hari ini. Kertasnya kusut, se-kusut pikiran sang penoreh. Berisik batinnya menghasilkan berbagai macam bulatan, yang ku asumsikan sebagai benang rungsing yang ingin diurai-nya.
"Bagaimana kali ini, apakah kamu ingin menyampaikan sesuatu?"
Kembali ia memandang kertas di hadapannya, kemudian menatapku. "Goresan itu sedikit banyak membantu-ku, menyalurkan apa yang kurasa. Sepertinya aku butuh media yang lebih besar dan lebih berwarna. Rasanya aku ingin menata-nya kembali".
Senyum sumringah tercetak jelas diwajahku. Aku berdiri dan berjalan pada sisi kanan ruangan. "Sebelah sini, mari ku tunjukkan dan mari kita susun bersama-sama"
#noรฉchronicle
Post #28
34