ใ
ค
ใ
ค๐ขฒโ .. ๐ฃ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ถ๐๐ฎ, bagian ๐๐
Malam berganti pagi. Tirai yang semula tertutup rapat, kini telah tersingkap rapi di samping daun jendela, memberikan jalan lega untuk sinar matahari yang mulanya mengintip malu menjadi hadir dengan membawa rona cantik. Embun mulai menguap nan menguarkan bau petrichorโpenanda hujan singgah di kala hari masih gelap.
Sudah siap. Semua keperluan telah ditata rapi dan menarikโpensil warna, cat berbagai rupa, segala bentuk alat tulis dan kertasโsedemikian rupa, agar siapapun yang memandang tertarik pada-nya.
Di minggu pagi ini, Pranata Jiwa memulai hari lebih awalโlayaknya hari minggu lainnya.
Satu insan telah menanti untuk kembali tumbuh. Dipersilahkan-nya dia masuk dan memilih singgah yang paling nyaman baginya. Sunyi, tak ada sepatah kata pun yang terucap darinya. Tanpa memaksa, ku sodorkan secarik kertas beserta alat tulis berbagai warna itu.
"Tak perlu dipikirkan apa yang harus kamu lakukan, cukup goreskan apapun yang muncul dalam benakmu"
Dia mengerti apa ku maksud, kutinggalkan ruangan itu untuknya bergelut dengan isi batin. Tidak mudah bagi seseorang yang merasa dirinya tercekik atas apa yang bahkan ia sendiri tak tau apa yang ia kehendaki. Segalanya menggumpal dan menumpuk, menghalangi jalannya rutinitas yang semula berjalan baik-baik saja menjadi lebih rumit.
Semoga benang rungsing itu segera menemukan jalan gulungan yang lurus bagi-nya.
#noรฉchronicle
Post #26
28