Post #22
111
Meranggas jemariku tak lampau tegap, semata menggapai ambang agar frasa dengar menekan bait-bait muslihat. Bukan salahnya, ini salahku. Ketika aku telan terima, iris tiada sanggup berkedip dan citraan menghidupi pahamku. Tentang bentang tikar di tengah petak, malam belum matang kendati buah mendedas dijulurkan, aku dengar semacam perlawanan yang tak ditegur pedulikan. Mungkin, barangkali aku terlalu jingga untuk meniup temaram hingga terlena; Pada sabda yang diramu sedemikian rupa, aku nitya pelaku cela, enggan ditaruhkan absah.