—• ✇ POV : Pulang dari Kantor
/menutup layar laptopku ; kusandarkan punggungku di kursi lantas mengusap wajahku pelan dan menatap jam dinding—pukul delapan malam/
lagi-lagi lembur besok harus bangun lagi, kerja lagi terus aja muter kayak gini
/gumamku pelan menarik napas ; melangkah keluar dari kantor seraya menikmati dingin nya angin malam menerpa wajahku ; menyusuri langkahku melewati trotoar yang basah sisa dengan sisa hujan ; memfokuskan pandanganku tatkala melihat sosok dirimu yang juga berjalan di trotoar ; sedikit mempercepat langkahku guna mendekatimu dan berjalan di sampingmu/
hai anin, dulu kita sering lewat sini ya kamu pernah bilang, "kota ini lebih cantik kalau dilihat pas capek"
: astaga alby saya kaget kamu tiba tiba di samping saya, hahaha benar kota ini masih sama cantik nya ya...
/tersenyum hangat saat kudengar suaramu ; memasukan satu tanganku yang menggenggam kunci rumah ke dalam saku celana ; menurunkan tempo langkahku menuju halte bus bersamaan denganmu ; mendudukan diriku tepat di bangku yang ada di sebelahmu ; membiarkan waktu terus berputar menghabiskan malamku denganmu/
saya ga masalah pulang larut terus, asal masih bisa ngerasain detik-detik kaya gini bareng kamu nin, detik-detik di mana saya ga jadi siapa-siapa cuma manusia biasa yang lagi cape
: terus jadi orang yang aku kenal ya alby, pulang ke aku, aku bakalan selalu menyambut kamu dari balik pintu
Post #6318
982