๏ผ.. ๐หโยท Ehmmm... Kalau gitu-
๏ผ..๐หโยท Kamu pasti mau nanya, 'Kalau gitu kenapa memori trauma atau kenangan buruk nggak kalian sapu aja, Ketua?
โถ หโยท Aduh, Rei... kami juga pengennya begitu! Tapi masalahnya, setiap kali kamu cemas atau teringat hal buruk itu, si Amigdala bakal menyalakan alarm darurat dan si Neuron bakal mengalirkan listrik tegangan tinggi ke jalur tersebut. Karena jalurnya terus-terusan dialiri listrik, sensor Mikroglia kami bakal ngebaca: 'Oh, jalur ini sibuk banget, berarti penting banget buat pemilik otak!'
โถ หโยท Akhirnya, bukannya dibuang, kru kami malah terpaksa merawat dan mempertebal jalur memori buruk itu. Ironis, kan?
โถ หโยท Jadi kesimpulannya, yang menentukan mana yang dibuang atau disimpan itu sebenarnya kamu sendiri melalui fokusmu. Kami di sini cuma buruh pembersih yang ngikutin jejak kaki yang paling sering kamu tinggalkan di dalam kepala.
๏ผ.. ๐หโยท Eh? Aduh... Hehehe oke oke aku paham. Aku sekarang udah paham cara kerja kalian semua. Jadi... Kayaknya aku pamit dulu ya?
๏ผ..๐หโยท Benerann? Kalau belum paham bisa balik lagi loh, eh eh Reiii!! Kok kabuurr??!!
