ใ คใ คใ คใ คDENGER MUSIK ๐ฅ
ใ คใ คใ ค
ASHLIE B. GUINEVEREใ คใ ค โโโโโโโโโโโโโโโโโโ
ใ คใ คใ คใ ค๐ฆ @iPwettism ๐ฆ
ใ ค ๐ ๏ผ .. ๐ฅ Saat mendengar lagu yang kita suka, tubuh ternyata memproduksi beberapa zat kimia penting.
ใ ค ๐ ๏ผ .. ๐ฅ Dopamine atau Hormon Senang. Dopamine muncul ketika kita merasa bahagia atau puas. Lagu favorit bisa memicu pelepasan dopamine hampir sama seperti saat manusia makan makanan favorit atau mendapat pujian. Makanya kadang pengen replay terus, senyum sendiri, atau tiba-tiba mood jadi bagus. Bukan lebay. Itu reaksi biologis. ๐
ใ ค ๐ ๏ผ .. ๐ฅ Cortisol atau Hormon Stres. Musik tertentu bisa menurunkan kadar cortisol, yaitu hormon stres. Karena itu banyak orang merasa lebih tenang saat mendengar lagu mellow, instrumental, atau lagu malam. Tapi uniknya, lagu sedih justru kadang bikin nyaman. Kenapa? Karena otak merasa โdimengertiโ. Musik seperti menjadi tempat pelarian emosional tanpa perlu bicara ke siapa-siapa.
ใ ค ๐ ๏ผ .. ๐ฅ Oxytocin atau Hormon Kedekatan. Kalau kita mendengar lagu bersama orang lain, menyanyi bareng, atau punya โlagu kenanganโ, tubuh juga bisa menghasilkan oxytocin. Hormon ini berkaitan dengan rasa dekat dan emosional. Makanya ada lagu yang begitu diputar โaduh ini lagunya dia.โ Padahal manusianya mungkin udah move on, otaknya yang belum. ๐ฉ
