“Ketika dunia lama mulai runtuh, kita tidak lari dari reruntuhannya. Kita tetap menari di tengahnya, membangun kembali apa yang penting, lalu menciptakan sesuatu yang baru.”
PERADABAN tidak pernah dibuat untuk menjadi dunia yang sempurna. Ia hadir sebagai ruang untuk cerita, pilihan, kekacauan, dan kebebasan yang mungkin tidak bisa kita temukan di dunia nyata.
Kadang sesuatu akan hancur. Orang-orang pergi. Kekuasaan berpindah tangan. Nama-nama lama menghilang. Tapi itu bukan akhir dari cerita.
Justru di sanalah cerita baru dimulai.
Seperti tarian di tengah kehancuran, kita tetap bergerak meskipun segala sesuatu di sekitar kita berubah. Bukan kehancurannya yang kita rayakan, tetapi keberanian untuk tetap berdiri, belajar dari apa yang terjadi, lalu membangun kembali.