Masa Muda Nabi Sulaiman
Dikutip dari buku Kisah Teladan Menakjubkan 25 Nabi karya Ariany Syurfah, M.Pd, Nabi Sulaiman lahir di Palestina. Nabi Sulaiman merupakan anak dari Nabi Daud AS. Al-Quran menjelaskan bahwa Nabi Sulaiman AS sejak usianya yang masih kecil telah menunjukkan kesalehan dan ketaatannya kepada Allah.
Hadirnya Nabi Sulaiman di tengah-tengah keluarga merupakan anugerah untuk keluarganya, terutama bagi sang ayah, Nabi Daud AS. Menginjak remaja, Nabi Sulaiman menunjukkan kecerdasannya. Ini berkat doa sang ayah yang menginginkan agar diberi seorang anak yang cerdas.
Selain cerdas, Nabi Sulaiman dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan dapat membuat keputusan yang adil. Suatu ketika, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman bertemu dengan pemilik kebun dan pemilik kambing. Pemilik kebun ingin minta ganti rugi pada pemilik kambing karena kebunnya telah dirusak kambing.
Mulanya, Nabi Daud AS meminta pemilik kambing untuk ganti kerusakan. Namun, Nabi Sulaiman AS memberikan pendapat yang mana ternyata menguntungkan kedua belah pihak. Pemilik kambing menyerahkan kambingnya, tapi pemilik kebun harus merawat kambing. Sementara, pemilik kambing harus merawat kebun agar keadaan seperti semula.
Nabi Sulaiman Jadi Raja dan Kisahnya dengan Ratu Balqis
Walaupun pada saat itu Nabi Daud telah memiliki beberapa orang anak, Nabi Sulaiman AS yang teristimewa karena ia mampu mewarisi tahta kerajaan sang ayah. Akan tetapi, rupanya keistimewaan tersebut membuat sang kakak iri. Kakak tertuanya, Absyalum merasa iri padanya.
Absyalum kemudian berencana untuk merebut kekuasaan sang ayah dengan menyusun kekuatan secara sembunyi-sembunyi. Namun, usahanya gagal karena terbunuh dalam kerusuhan akibat masyarakat pro dan kontra.
Nabi Sulaiman AS pun pada akhirnya menggantikan tahta sang ayah. Ketika menjadi raja, Sulaiman justru tidak silau dengan kekuasaan dan hadiah. Ia tetap jujur dan tidak sombong.
Saat menjadi raja, Nabi Sulaiman AS mengandalkan burung hud-hud untuk bersurat. Dari burung hud-hud lah, Nabi Sulaiman tak sengaja dipertemukan dengan Ratu Balqis. Singkat cerita, burung hud-hud itu belum kembali ketika Sulaiman AS mengadakan acara. Setelah burung itu kembali, ia mengatakan bahwa terdapat kerajaan yang tak kalah besar bernama Saba.
Kerajaan itu dipimpin oleh seorang ratu bernama Balqis. Mendengar itu, Nabi Sulaiman AS berkeinginan untuk menyurati Ratu Balqis. Sebagai utusan Allah SWT, ia ingin mengajak Ratu Balqis dan rakyatnya untuk memeluk Islam.
Setelah bersurat, Ratu Balqis terkejut dan mendiskusikannya pada penasihat kerajaan. Ratu pun berpesan balik pada Sulaiman AS, seharusnya ia segan karena negeri yang dipimpin Ratu Balqis adalah negeri yang besar dan kuat. Ia lalu mengutus anak buahnya untuk mengirimkan hadiah berupa harta benda yang berlimpah untuk Nabi Sulaiman.
Bersurat lagi dengan Ratu Balqis, balasan Nabi Sulaiman AS lebih mengejutkan Balqis.
"Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina," kata Nabi Sulaiman.
Ratu Balqis pun akhirnya berniat menyambangi istana sang nabi. Nabi Sulaiman kemudian meminta golongan jin untuk membawa singgasana Ratu Balqis sebelum mereka datang menyerahkan diri. Dalam waktu sekejap, singgasana Ratu Balqis berada di istana Nabi Sulaiman.
Begitu sampai istana, Ratu Balqis tak hanya dikejutkan dengan singgasananya yang sudah berada di dalam istana, tapi juga kemegahan istana Nabi Sulaiman. Saat diminta masuk ke dalam istana, Balqis bahkan menyingkapkan pakaiannya karena mengira sedang melewati kolam air. Ratu Balqis kemudian berserah diri dan mengaku kebesaran Allah SWT.
Post #68165
198