Daze, izinkan saya bicara dari lubuk hati yang paling dalam, meskipun kata-kata ini mungkin tidak cukup untuk menebus semua kesalahan saya. Sejujurnya, saya bahkan tidak tahu harus mulai dari mana, karena ada begitu banyak hal yang ingin saya sampaikan, ada begitu banyak perasaan yang terpendam lama di dada saya, dan ada begitu banyak penyesalan yang sudah menumpuk sampai saya sendiri nyaris tidak bisa membedakannya dengan napas saya. Saya minta maaf, Daze. Maaf kalau saya sudah membuat kalian kecewa. Maaf kalau saya sudah banyak khilaf. Saya sadar, permintaan maaf ini mungkin hanya sekadar kata, mungkin juga terdengar hambar dan tidak sepadan dengan luka yang saya timbulkan. Saya tahu, luka di hati tidak bisa sembuh hanya dengan ucapan maaf, seperti noda tinta yang tak mudah terhapus meski kita sudah berusaha menyiramnya berkali-kali. Tapi meski begitu, biarkan saya tetap mencoba. Biarkan saya tetap berdiri di depan kalian hari ini, menundukkan kepala saya, membuka hati saya, dan mengucapkan dengan sepenuh jiwa: saya menyesal. Saya sungguh menyesal.
Keluarga besar HOUSE OF DIAZ, kalian semua adalah bagian dari hidup saya yang begitu berharga. Kalian ibarat rumah yang hangat di kala dingin, pelabuhan yang tenang di tengah badai. Dan justru karena itulah, saya merasa bersalah lebih dalam lagi, karena saya lalai menjaga rumah ini. Saya gagal menjadi sosok yang seharusnya memberi teladan. Saya gagal menjaga marwah sebagai uncle Diaz. Dan hari ini, saya tidak ingin lagi bersembunyi di balik topeng. Saya sudah terlalu lama diam. Terlalu lama menutupi kebenaran. Terlalu lama berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, padahal sebenarnya tidak. Hari demi hari saya jalani dengan perasaan tercekik, malam demi malam saya lewati dengan kegelisahan, karena ada satu rahasia besar yang terus menghantui saya. Saya pikir, saya bisa membawanya seorang diri. Saya pikir, saya cukup kuat. Tapi ternyata saya salah. Semakin saya menahan, semakin besar beban itu menghimpit. Dan akhirnya, saya sampai pada titik ini—titik di mana saya harus mengaku, titik di mana saya harus berhenti menipu diri sendiri maupun kalian.
Daze, pengakuan ini bukan hal yang mudah. Jujur saja, tangan saya bergetar saat menulis ini. Dada saya terasa sesak, dan bahkan saya sempat berpikir untuk mengurungkan niat. Namun, saya sadar: jika saya tidak mengatakannya sekarang, saya tidak akan pernah punya keberanian untuk berkata jujur di lain waktu. Maka biarlah, hari ini menjadi saksi. Biarlah kata-kata saya terdengar jelas di telinga kalian. Dengan segenap keberanian yang tersisa, saya berdiri di hadapan kalian, menunduk rendah, dan dengan suara bergetar saya katakan: Saya baru sadar kalau saya kelahiran 1999.
Post #3893
42
Forwarded from DIAZ #MOVED CHANNEL.