Perkara 3 : [04/07/2026 - 17.11 WIB] Laporan atas tindakan Sexual asslaut, Fetish, Obsess terhadap talent.Terlapor Laporan :
1. Valerio
@artitstik2.
@bootish (7740919501)
Channel kronologi :
@pelakupelecehanKronologi Laporan : Hallo semuanya, saya adalah talent female yang menjadi korban pelecehan saat melakukan sesi dengan pelaku bernama Valerio. Dulu namanya Luca Valerio dan dia adalah alasan mengapa saya sampai trauma untuk tidak menjalani sesi NSFW lagi hingga sekarang, karena saya benar benar di buat draining selama menjalani sesi dengan dia. Valerio ini dulunya sempat terkena spill juga, akun nya satu tapi memiliki banyak identitas yang berbeda. Dia tidak memikirkan bagaimana drainingnya talent mengahapinya. Dulu saat di spill namanya adalah Niero yang mana sudah banyak talent wanita yang menjadi korban nya. Bisa di lihat dari bukti chat yang saya lampirkan, keadaan saya pada waktu itu sedang sakit dan harus menangani dia. Karena terlalu draining, saya sampai collapse dan tidak sanggup untuk melakukan apa apa. Memang benar salah saya waktu itu kenapa mengambil customer saat kurang sehat, namun biasanya sewaktu saya mengambil customer sewaktu sakit pun saya tetap bisa profesional seperti biasa. Namun kali ini berbeda, benar benar aneh dan lelah sekali. Apalagi fetish nya membuat saya kelelahan menyesuaikan plot dan lain sebagainya, bahkan dengan balasan yang tidak sesuai. Dia sendiri juga selain sesi selalu drytext, nah disini dia juga marah marah kepada saya karena kesalahan dia sendiri, dia tertidur saat sesi sedang berjalan.
Alasan mengapa saya kesal dan tidak nyaman dengan dia adalah karena dia sempat melecehkan saya dengan mengirimkan foto berupa alat kelamin nya. Pada saat video itu dikirim, dia sedang melakukan mansturbasi. Yang mana saya berpikir dia akan mengirimkan fpap atau video orang lain, namun yang dikirimkan justru miliknya sendiri. Sebenarnya saya sudah tidak nyaman sekali saat dia mengirimkan hal itu dan itu di luar ekspetasi saya sebagai seorang talent. Karena seumur umur, saya tidak pernah memegang seorang customer yang seperti ini. Dan saya terpaksa harus tetap menjalani atas dasar profesionalisme.
Saya tidak tau apa yang membuatnya "nempel" kepada saya, karena hanya dia saja yang setelahnya mencoba untuk terus terusan re rent saya. Dia juga terus mencoba untuk re rent walau saya mengelak dengan berdalih sibuk. Ini orang tetap guilt tripping saya sampai sebegitunya dan sampai akhirnya dia juga guilt tripping owner agency saya. Akhirnya saya sering menolak format dia dan meminta tolong kepada owner untuk membuat reservasi fiktif agar dia tidak jadi. Tapi dia justru marah maeah kepada saya, membuat saya ikut tersulut emosi. Coba pikir kepada saya kesal dengan kamu, Vale.
Dan yang paling membuat emosi saya membumcah adalah dia kepo dan selalu obsesi sekali dengan kehidupan pribadi saya. Dia terus bertanya apakah saya puunya pacar atau gak, dan lain sebagainya. Lalu saya bilang kepadanya kalau saya memiliki hubungan agar dia diam, tapi malah menjadi jadi. Dia menebak apakah saya pernah berhubungan badan dengan pacar saya atau tidak, saya jawab tidak. Saya emosi sekali, saya jawab, sudah pernah dengan harapan dia menjauhi saya. Tapi dia justru mencaci saya sebagai seorang pelacur, "kakak jangan jadi lacur". Kalaupun saya berhubungan dengan pacar saya, terserah saya dong? Ini kok seperti anak anjing kesannya, kamu siapa ya?. Bener bener emosi dibuatnya. Lalu sebenarnya yang paling gila adalah saya sampai di hina "berarti kamu gak virgin, kamu sering dipakai sana sini" cuman bubble chatnya di hapus di karenakan saya marah besar sama dia sampai saya mohon mohon ke anon dan di personal chat dan lain sebagainya meminta maaf kepada saya. Tidak akan saya lupakan pelecehan dia secara verbal dan lain sebagainya itu kepada saya. Dan juga jangan menangis lagi, saya lesbi 🤣. (Pesan ini sesuai dengan bukti terlampir nomer 2)
Semua kasusnya dia bisa dibaca di
@pelakupelecehan, dari sini,
https://t.me/pelakupelecehan/2.