#Drama Sore itu, aku duduk sendirian di bangku taman. Buku masih terbuka di pangkuanku, tapi sejak tadi tak ada satu pun kata yang berhasil kutulis.- Ranavera Senandika, 2026☆
Mataku hanya berkelana.
Melihat orang-orang yang sibuk dengan dunianya masing-masing. Ada yang tertawa bersama teman, ada yang berjalan sambil bercerita, ada pula yang duduk berdua, seolah sore mereka tak akan pernah selesai.
Entah mengapa, pemandangan itu membuatku teringat pada masa lalu.
Dulu, aku pernah sebahagia itu. Pernah punya begitu banyak orang untuk diajak tertawa, begitu banyak cerita untuk dibawa pulang. Hal-hal sederhana terasa begitu berarti hanya karena ada mereka di dalamnya.
Aku bahkan pernah berpikir,
mungkin kebahagiaan akan selalu tinggal di sana.
Ternyata tidak.
Orang-orang pergi. Hari-hari berganti. Dan tempat yang dahulu begitu ramai, perlahan menjadi sesuatu yang hanya bisa kukunjungi lewat ingatan. Aku tersenyum kecil.
Lucu, ya.
Dulu aku takut kehilangan mereka.
Sekarang, aku hanya bisa mengenang tanpa lagi berharap
semuanya kembali. Aku menunduk, lalu mengambil pena yang sedari tadi tergeletak di samping buku.
Pada halaman yang kosong, akhirnya kutulis:
barangkali bahagia memang tak pernah ditakdirkan untuk menetap.
ada yang datang hanya untuk menjadi kenangan— mengajarkanku bahwa pernah tertawa bersama, pernah dicintai, dan pernah memiliki begitu banyak tempat untuk pulang
adalah sebuah keberuntungan.
Aku berhenti sebentar.
Memandang kembali taman yang masih ramai itu.
Lalu kutambahkan satu kalimat di bawahnya:
dan mungkin, sekarang giliranku belajar bahagia bersama sunyi.
Kututup buku itu perlahan.
Sore terus berjalan, orang-orang tetap sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Dan untuk pertama kalinya, aku tak lagi merasa harus kembali ke keramaian. Aku hanya duduk di sana,
menikmati sisa cahaya sore,
sementara halaman-halaman kosong di bukuku
menunggu cerita baru
yang belum pernah kutulis.
Post #41685
208
- ❤ 9
- 🥰 4
- 😍 2