aku menurutinya. aku pergi dan tak lagi mau berhubungan dengan keadaannya. karena, jika satu hal saja mengenai nya sampai ke telinga ku, aku akan berputar dan berusaha untuk berada di lingkungan nya. sejujurnya, aku masih menginginkan gadis itu, membuat dia merasa di cintai dengan serius oleh ku tetapi raga nya seolah bersiap mengusir ku kembali.
pergilah, kamu berhak di cintai tulus oleh ku tapi bukan aku orang yang tepat.
aku lebih menyukai gadis itu untuk selalu bergantung padaku, bercerita padaku tentang hal-hal yang terjadi di setiap harinya, lalu tertawa lepas ketika aku menceritakan kejadian menyebalkan di hariku, tentunya, aku sangat menyukai hal-hal apapun yang terjadi karena nya.
namun yang aku kenal sekarang adalah gadis cantik dengan pendirian yang kuat, berjalan diatas ekspektasi orang banyak, punggung yang selalu tegap ketika ia berjalan dan berbicara kepada orang-orang.
aku melihat matanya, disana sudah tidak ada lagi harapan bahwa aku harus tetap ada berada di antara kesibukannya ia berbicara, namun seolah kata yang akan di ucapkan, menghilang dan berganti kata "pergi, temui bahagia mu sendiri"
mari lakukan hal biasa, untuk yang pertama dan yang akhir.
ketika hujan, pikiran ku tertuju pada gadis yang dahulu aku inginkan yang dahulu aku genggam dengan eratnya dan berpikir harus bagaimana agar cinta ku tak bertepuk sebelah tangan.
gadis bertubuh pendek itu selalu memenuhi pikiranku walau nantinya saat bertemu, ia akan berkata "tunggu, sebentar lagi aku kesana. jangan hubungi aku." aku tahu ia akan menepati janjinya untuk datang padaku, namun, aku tidak menyukainya.
begitu aku melihat dunia nya mulai pulih kembali, berbentuk seperti sedia kalanya, kemudian aku mencoba untuk mendekat
huh... kesekian kalinya aku tetap termenung. nyatanya, karma sudah mendekap ku dengan erat. aku merasa sesak sekali, bernapas secara serakah tak akan membuat ku melepaskan rasa sesak itu.
karena dunianya telah kembali, namun bersama sosok wanita yang lebih mengerti nya.
Tuhan, tolong, lepaskan aku dari rengkuhan menyesakkan ini.
awal mula datang nya patah hati. awalnya aku kira, di dunia itu masih aku yang menjadi pemiliknya. awalnya, jika aku mengabaikan seseorang itu, aku tidak begitu hancur. awalnya, andai aku masih mau membalasnya dengan sedikit belas kasih maka aku akan baik-baik saja. namun.. nyatanya tidak begitu.
akhirnyaa, beres jugaa. udah kalian dengerin belum ayoo? gimana nih yang mana yang paling relate buat kalian? aku sih remaja, suka banget ngedengernyaa. instrumentalnya enak liriknya juga dapet banget keren dehh. kalo gitu sampai sini dulu sama shirley, bye-byee semuaaa.
duh duh, kalo yang ini beda lagi. masa dia ga sadar sih aku seperfect ini buat dia kaya potongan puzzle ke 1 sama ke 2. pokoknya kamu punya aku hahahah.
How can I read @bumiofc without a Telegram account?
TGViewer shows the public web preview Telegram publishes for BUMI || LIBUR: recent posts, photos, videos and the subscriber count, with no app, login or account.
How many subscribers does BUMI || LIBUR have?
BUMI || LIBUR (@bumiofc) has 89 subscribers on Telegram, refreshed roughly every 30 minutes.
Does BUMI || LIBUR know I viewed it here?
No. Public channel previews carry no viewer identity, and TGViewer has no accounts or tracking of what you look up.