Pada Booktalk kali ini, kami akan membahas dan mengajak kalian untuk berdiskusi soal inflasi dan berbagai kebijakan ekonomi yang pernah mewarnai sejarah Indonesia. Dari era Orde Lama hingga krisis moneter β98, mari kita telaah bagaimana negara merespons guncangan ekonomi, dan dampaknya pada kehidupan rakyat.
Rangkaian Pembahasan ποΈ:
β’ Pembuka: Mengenal inflasi, hiperinflasi, sanering, dan redenominasi
β’ Chapter 1: Inflasi & kebijakan Orde Lama
β’ Chapter 2: Inflasi & kebijakan Orde Baru
β’ Chapter 3: Krisis Moneter 1997β1998 & kebijakan pemerintah
ποΈ Tanggal: Jumat, 02 Mei 2025
β³ Pukul: 16.00 WIB
π Tempat: @BukuFess
Yuk, ajak temanmu dan mari kita berdiskusi bersama!
Karena memahami masa lalu adalah langkah awal memahami kondisi ekonomi hari ini.
#BeritaTerkini
Belakangan ini dunia diguncang oleh konflik tak terduga, bukan dalam bentuk peperangan bersenjata, melainkan dalam wujud perang dagang berskala global. Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih memicu gelombang ketegangan ekonomi internasional, setelah ia mengambil kebijakan kontroversial menaikkan tarif impor secara besar-besaran terhadap sejumlah mitra dagang utama Amerika Serikat.
Kebijakan ini pertama kali diterapkan terhadap Kanada, Meksiko, dan Tiongkok, lalu merambat ke negara-negara Eropa. Namun titik balik utama terjadi ketika Trump menaikkan tarif hingga 34% terhadap barang-barang ekspor Tiongkok pada awal April, dengan pengecualian untuk produk elektronik. Sebagai balasan, Beijing menaikkan tarif menjadi 84% terhadap produk AS. Ketegangan semakin meningkat ketika Washington membalas dengan tarif 104%, yang kemudian dibalas lagi oleh Tiongkok hingga mencapai 125%.
Kebijakan agresif ini membuat pasar keuangan dunia terguncang. Indeks saham anjlok, investor menarik diri, dan kekhawatiran akan resesi global pun mulai menghantui. Para analis memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi meruntuhkan tatanan perdagangan internasional yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Sejak awal masa jabatan keduanya pada Januari, Trump sudah menyuarakan niatnya untuk menekan pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan memperkecil defisit perdagangan AS. Langkah-langkah proteksionis ini menandai pergeseran besar dalam strategi perdagangan global dan membuka peluang terjadinya perubahan besar dalam aliansi ekonomi dunia.
Dampak Global yang Mengkhawatirkan
Sejumlah dampak mulai terlihat dari kebijakan ini:
Gejolak Pasar Global:
Pasar saham di seluruh dunia terpukul. Ketidakpastian mengganggu sistem keuangan dan moneter internasional.
Keretakan Sistem Perdagangan Internasional:
Otoritas WTO melemah, dan sejumlah negara mempertimbangkan aliansi baru seperti BRICS sebagai alternatif sistem perdagangan global yang lebih stabil.
Menguatnya Poros Tiongkok-Rusia:
Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang keluar dari pasar AS mulai merambah Rusia dan Asia Tengah, sementara eksportir Rusia mendapatkan akses lebih luas ke pasar Tiongkok.
Isolasi AS:
Banyak negara merespons kebijakan Trump dengan tarif balasan. Amerika Serikat kini menghadapi risiko isolasi ekonomi di tengah meningkatnya solidaritas negara-negara lain.
Korban Ekonomi dari Negara Berkembang:
Negara-negara dengan ekonomi lemah dikhawatirkan akan menjadi pihak yang paling dirugikan dalam konflik ini, terjebak di tengah benturan dua raksasa ekonomi dunia.
Belum Ada Titik Terang
Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda perdamaian dalam konflik dagang ini. Trump berharap tekanan ekonomi dapat memaksa Tiongkok untuk kembali ke meja perundingan, namun Beijing tetap tegas dan memilih memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara lain.
Selama kebuntuan ini terus berlanjut, dunia menghadapi risiko perlambatan ekonomi global yang lebih dalam, dengan dampak yang dapat dirasakan oleh semua negara, besar maupun kecil.
