#boombase
Aku baru saja membaca kalimat indah yang lewat dari seseorang yang memiliki akun di Instagram. Jarang sekali terekspos postingan yang dimiliki oleh orang lain selain konten-konten lucu yang mengakakan gelak tawa, atau bahkan konten-konten manis tentang pasangan yang dengan segera mungkin aku lemparkan kepada pacarku tercinta.
Sebuah postingan ironi dengan keindahan cinta seseorang kepada kekasihnya. Ingin bercinta di negara yang busuk ini. Di keadaan yang penuh dengan kekurangan, bahkan setelah ditindas, pulang ke orang yang disayang adalah salah satu cara untuk mengembalikan kewarasan melanjutkan hidup di negara yang tidak punya adab ini.
Menarik, setelah membaca itu aku ingin memberikan postingan itu ke pacarku, maju mundur berujung tak kulakukan.
Aku berlari ke platform lainnya, platform utama di mana kita berbincang setiap saat, pagi siang sore malam subuh, namakan apapun waktu yang kamu tahu, kami mengisi semua waktu itu. Berbekal dengan perasaan yang campur aduk setelah membaca postingan barusan, membaca pesan dari pacarku saja membuat sesak. Cabang pikiran yang muncul dengan banyaknya awalan "Jika" bertumpukkan memenuhi ruangan kepalaku. Dengan cepat datang gejolak rasa sedih naik ke kelopak mataku, turun perlahan melalui pipi mulusku yang setiap hari dikecupnya.
Jika cinta kita hanya bertahan melalui layar ini, akan aku lakukan. Jika rasa sayang ini hanya bisa tersalurkan melalui layar ini akan aku lakukan. Jika kamu dan aku bisa saling mendukung hanya dari layar ini, akan aku lakukan. Mencintaimu bagai anugerah yang Tuhan berikan kepadaku, rasanya tenang bahkan untuk mengungkapkan aku tidak suka bagaimana caramu bicara kepadaku.
Post #674
190
- ❤ 21
- 😢 4
- ❤🔥 1